STASIUN KLIMATOLOGI PERTANIAN MASGAR
(Laporan Praktikum Klimatologi
Pertanian)
Oleh
Kelompok 13
Ahmad Rosikin 1514121012
Farida Lukmi 1514121052
Julianto Imantaka 1514121032
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2016
I. PEMBAHASAN
A. Informasi Stasiun
Nama Stasiun : Stasiun Klimatologi Pertanian Masgar
Posisi : Lab. Terpadu FP Unila
Provinsi : Lampung
B. Evaluasi Keadaan Sekitar
Stasiun Cuaca Unila didirikan dengan ukuran sekitar 10m2 dan terletak pada sebidang tangah yang rata. Stasiun ini dapat dikatakan cukup baik karena terlihat cukup dipelihara dengan baik, hal ini dapat diamati dari tiadanya rumput-rumput yang tumbuh secara liar pada stasiun ini. Selain dari pada itu, didalam stasiun ini sudah di pasang beberapa alat pengukur unsur-unsur cuaca yang dalam penempatannya sudah baik, karena tidak ada alat yang saling menutupi atau mengganggu alat lainnya. Stasiun cuaca ini memiliki keamanan yang baik, karena pada stasiun ini sudah dibangun pagar dari beton dan kawat, serta hanya memiliki satu pintu yang dapat di kunci dengan gembok/pengaman. Sehingga alat-alat dan data pada stasiun cuaca ini akan aman, namun alat-alatnya masih ada yang belum terkontrol dengan baik, perawatan dan kebersihan alatnya kurang. Terdapat juga tempat kosong alat yang tidak diletakkan sehingga pengamatan yang kami lakukan sedikit bingung adanya alat tempat alat yang kurang ditempatkan.
C. Alat-Alat di Dalam Stasiun Cuaca
1. Campbell Stokes
Campbell stokes secara khusus dipergunakan
untuk mengukur waktu dan lama matahari
bersinar dalam satu hari dimana alat tersebut dipasang. Campbell stokes terdiri dari beberapa bagian
yaitu:
Bola kaca
pejal ( umumnya berdiameter 96 mm).
Plat logam
berbentuk mangkuk, sisi bagian dalamnya bercelah – celah sebagai tempat kartu
pencatat dan penyanggah tempat bola kaca pejal dilengkapi skala dalam derajat
yang sesuai dengan derajat lintang bumi .
Bagian
Pendiri (stand),
Bagian
dasar terbuat dari logam yang dapat di-leveling.
Kertas
pias terdiri dari 3 (tiga) jenis menurut letak matahari.
Prinsip Kerja Alat :
Sinar matahari yang datang menuju permukaan bumi, khususnya yang tepat jatuh pada sekeliling permukaan bola kaca pejal akan dipokuskan ke atas permukaan kertas pias yang telah dimasukkan ke celah mangkuk dan meninggalkan jejak bakar sesuai posisi matahari saat itu. Jumlah kumulatif dari jejak titik bakar inilah yang disebut sebagai lamanya matahari bersinar dalam satu hari (satuan jam/menit).
Cara Pengoprasian Alat :
a. Setting –up
a. Setting –up
Pilih
tempat dimana Sinar matahari sepanjang hari bebas ke-arah alat.
Permukaan
dasar alat ditempatkan harus Stabil, Temp. Humidity, Angin dan vibrasi tidak
mempengaruhi leveling. (disarankan pondasi terbuat dari beton/metal).
Bagian
terbuka mangkuk logam harus mengarah equator, yaitu : Bila alat ditempatkan
pada belahan bumi Utara, mangkuk ke-arah Selatan atau sebaliknya.
Leveling
dapat dilakukan dengan mengatur posisi 3 buah mur.
b. Memasang Pias
Pias
terdiri dari 3 jenis yaitu : Pias lurus dipasang pada pasangan celah yang ada
ditengah mangkuk. Pias pendek pada pasangan celah bagian atas dan Pias panjang
pada pasangan celah bagian bawah.
Pias
bengkok pendek dipergunakan dari 11 April – 31 Agustus. Pias lurus difunakan
dari 1 September – 10 Oktober. Pias bengkok pnjng digunakan pada 11 Oktober
-
Pias
dimasukkan ke-celah, sehingga garis tanda jam 12.00 benar-benar tepat dengan
tanda jam 12.00 pada mangkuk.
Pada titik
tertentu(kira-2. garis jam 14.00 & 10.00) mangkuk dilengkapi 3 lubang.
Masukkan pin logam yang tergantung dengan rantai dari sisi luar kedalam salah
satu lubang tersebut (sesuai pias), agar pias tidak berubah posisi.
c. Pengaturan Utara – Selatan Dan Leveling
Atur agar
skala derajat lintang pada alat menunjukkan lintang tempat alat ditempatkan.
Perhatikan
jejak pembakaran pada pias, bila pengaturan Utara-Selatan dan leveling tepat
maka jejak ini harus sejajar dengan garis tengah pias.
Jejak
pembakaran yang tepat jatuh pada titik pusat pias (tengah hari), harus sama
dengan nilai True Solar Time, yaitu waktu matahari tepat berada pada titik
nadir/puncak.
Cara pengamatan :
Kertas pias dipasang pada pukul 05.30 dan dilepas pada pukul 17.30.
Kertas pias dipasang pada pukul 05.30 dan dilepas pada pukul 17.30.
Kertas
pias yang digunakan ada tiga macam, yaitu bentuk lurus, bengkok panjang dan
bengkok pendek.
Jadwal
penggunaan masing-masing bentuk kertas pias tergantung letak pengamatan dan
kedudukan matahari terhadap tempat tersebut.
Pengukuran
panjang penyinaran aktual dilakukan dengan ketelitian 0,1 jam dengan ketentuan
sebagai berikut :
Untuk
pembakaran dalam waktu singkat yang hanya meninggalkan lubang atau titik
dikelilingi noda hangus bulat: sebuah noda bulat dihitung sebagai setengah dari
garis tengah noda; dua sampai tiga bulatan diperhitungkan sebagai 0.1 jam.
Untuk
periode pembakaran yang menghasilkan lubang yang memanjang (berbentuk garis),
lama penyinaran tidak diperhitungkan penuh. Kedua ujung bulat dihitung sebagai
faktor reduksi sebesar 0.1 jam.
Noda
hangus yang tidak sampai melubangi kertas tetap diperhitungkan.
Untuk
garis pembakaran terputus sesaat-sesaat, setiap pemutusan dianggap mengirangi
lama penyinaran 0.1 jam.
2. Termometer Bola Basah dan Bola Kering
Termometer bola basah dan bola kering adalah alat yang hampir sama sengan termometer lainnya. Alat ini berfungsi untuk mengetahui suhu udara dan kelembaban yang ada di lingkungan sektar.
Cara pengambilan data:
Pengambilan data dilakukan dengan cara melhat langsung skala yang ditunjukan oleh termometer basah ataupun termometer kering. Cara membacanya sama saja dengan termometer manual lainnya yaitu dengan melihat pergerakan cairan yang ada di dalam termometer tersebut.
Waktu Pengamatan:
Untuk ketepatan data yang lebih akurat maka biasanya data akan diambil pada tiga waktu yaitu pukul 06.00, 13.00 dan 17.00.
3.
Termohigrograf
Merupakan gabungan atau campuran dari termograf dan higrograf/higrometer. Termograf adalah termometer yang dapat mencatat sendiri dengan hasil catatan berupa grafik/kurva yang disebut termogram. Instrumen pengukur suhu setiap saat secara kontinu sushu udara adalah termograf dengan sensor bimetal (bilogam). Suhu direkam selam 1x24 jam (harian) atau 7x24 jam (mingguan). Ketelitian data rekaman dikoreksi dengan termometer bola kering. Termohigrograf merupakan salah satu alat pengukur suhu dan kelembaban pula.
Pemasangan Alat
Psikrometer
dipasang pada statif dan diletakkandalam shelter Stevenson.
Termohigrometer
dipasang dan diletakkan dalam shelter, dan langsung dibaca dalam skala yang ada
di alat.
Waktu
Pengamatan:
Pengamatan
dilakukan 3 kali yaitu 07.00; 13.00; dan 08.00.
Psikrometer
diamati temperatur bola basah dan kering. Kelembaban relatif dilihat dalam
tabel berdasar temperatur bola kering danselisih bola kering dan basah atau
dibaca pada psikrometrik chart.
Higrometer
diamati sehari sekali dan kelembaban dapat langsumr dibaca pada grafik.
4.
Termometer Maksimum-Minimum
Termometer Maksimum-Minimum adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu maksimal pada suatu hari tertentu sekalugus suhu minimun(terendah) pada hari yang sama pula. Alat ini memiliki dua sisi sekala, yaitu sebelah kiri untuk suhu minimun dan skala sebelah kanan untuk suhu maksimun.
Cara kerja alat :
Praktikan
diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta
dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan.
Mengamati
alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari
alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja,
cara pemasangan serta cara pengamatan.
Dari hasil
pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan
kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun
kepraktisannya
Cara pemasangan alat :
Alat dipasang pada sangkar meteo
dengan posisi tegak
Cara pengamatan :
Suhu maksimum dan minimum dibaca
pada ujung bawah index.
Index
bagian kanan menunjukkan suhu maksimum, index bagian kiri menunjukkan suhu
minimum.
Pengamatan
dilakukan pada sore hari pada pukul 16.00/
Setelah
pengamatan, untuk pengamatan hari selanjutnya tombol kemudi ditekan sedemikian
sehingga ujung bawah index berhimpit dengan permukaan kolom air raksa.
5.
Bak/Panci Evaporasi
Panci Evaporasi terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya.
Cara kerja alat :
Praktikan
diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta
dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan.
Mengamati
alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat,
bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan
dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.
Dari hasil
pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan
kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun
kepraktisannya.
Cara
pemasangan alat :
Panci
diletakkan pada balok kayu yang disusun datar diatas permukaan tanah.
Air bersih
dimasukkan setinggi 20 cm, permukaan air dijaga jangan kurang dari 2,5 cm dari
batas tersebut, jika tinggi air kurang dari 10 cm dari dasar dapat berakibat
kesalahan hingga 15%.
Cara pengamatan :
Mula-mula
ujung kail (hook) diatur dengan skrup pemutar tepat menyentuh permukaan air,
kemudian tinggi air dapat dibaca pada penera (sampai ketelitian 0,02 mm).
Pada sore
hari berikutnya, ujung kail diatur kembali sampai menyentuh permukaan air.
Selisih
pembacaan pertama (PI) dengan pembacaan kedua (PII) merupakan besarnya
penguapan air.
Jika
terdapat hujan, maka rumus perhitungan evaporasi adalah : PI-PII+CH (dalam mm).
Kapasitas maksimum jika terjadi hujan sebesar 50 mm pada periode pengamatannya.
Penguapan
yang terukur adalah pada permukaan air terbuka
6.
Ombrometer
Ombometer adalah alat untuk mengukur intensitas curah hujan, bentuknya sederhana terbuat dari seng plat tingginya sekitar 60 Cm dicat aluminium, ada juga yang terbuat dari pipa pralon tingginnya 100 Cm. Penakar hujan biasa terdiri dari :
Sebuah
corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat, mulut corong ( bagian atasnya
) terbuat dari kuningan yang berbentuk cincin ( lingkaran ) dengan luas 100
Cm2.
Bak tempat
menampung air hujan.
Keran,
untuk mengeluarkan air dari dalam bak ke gelas ukur.
Kaki yang
berbentuk silinder, tempat memasang penakar hujan pada pondasi kayu dengan cara
disekrup.
Gelas ukur
penakar hujan untuk luas corong 100 Cm2 , dengan skala ukur 0 s/d 25 mm.
Keseragaman pemasangan alat, cara pengamatan, dan waktu observasi sangat
diperlukan untuk memperoleh hasil pengamatan yang teliti, dengan maksud data
yang dihasilkan dapat dibandingkan satu sama lain.
Cara
pengamatan :
Pengamatan
untuk curah hujan harus dilakukan tiap hari pada jam 07.00 waktu setempat, atau
jam-jam tertentu.
Buka kunci
gembok dan letakkan gelas penakar hujan dibawah kran, kemudian kran dibuka agar
airnya tertampung dalam gelas penakar.
Jika curah
hujan diperkirakan melebihi 25 mm. sebelum mencapai skala 25 mm. kran ditutup
dahulu, lakukan pembacaan dan catat. Kemudian lanjutkan pengukuran sampai air
dalam bak penakar habis, seluruh yang dicatat dijumlahkan.
Untuk
menghindarkan kesalahan parallax, pembacaan curah hujan pada gelas penakar
dilakukan tepat pada dasar meniskusnya.
Bila dasar
meniskus tidak tepat pada garis skala, diambil garis skala yang terdekat dengan
dasar meniskus tadi.
Bila dasar
meniskus tepat pada pertengahan antara dua garis skala, diambil atau dibaca ke
angka yang ganjil, misalnya : 17,5 mm. menjadi 17 mm.. 24,5 mm. menjadi 25 mm.
Untuk
pembacaan setinggi x mm dimana 0,5 / x / 1,5 mm, maka dibaca x = 1 mm.
Untuk
pembacaan lebih kecil dari 0,5 mm, pada kartu hujan ditulis angka 0 (Nol) dan
tetap dinyatakan sebagai hari hujan.
Jika tidak
ada hujan, beri tanda ( – ) atau ( . ) pada kartu hujan.
Jika tidak
dapat dilakukan pengamatan dalam satu atau beberapa hari, beri tanda (X) pada
kartu hujan.
Apabila
gelas penakar hujan biasa (Obs.) pecah, dapat digunakan gelas penakar hujan
Hellman dimana hasil yang dibaca dikalikan atau dapat juga dipakai gelas ukur
yang berskala ml. (Cc), yang dapat dibeli di Apotik.
7. Aktinograf
Aktinigraf adalah alat untuk mengukur total intensitas dari radiasi matahari langsung. Maksud dari pengukuran intensitas radiasi matahari ini adalah untuk mengetahui total intensitas radiasi yang jatuh pada permukaan bumi baik yang langsung maupun yang dibaurkan oleh atmosfer.
Prinsip Kerja Alat:
Prinsip kerja alat tersebut adalah perbedaan panjang akibat adanya perbedaan temperatur. Kemudian bimetal diatur sedemikian rupa sehingga bila kedua lempengan logam berada pada temperatur yang sama maka pena akan menunjukkan angka nol. Kemudian jika terdapat radiasi matahari yang mengenai lempengan - lempengan tersebut, lempengan yang berwarna hitam akan menyerap panas lebih banyak sehingga logam hitam tersebut lebih panjang dibandingkan dengan logam berwarna putih yang sifatnya kurang menyerap panas.
Diantara lempengan tersebut disambung dengan pena yang apabila terjadi perubahan temperatur menyebabkan perubahan panjang sehingga potongan lempeng logam tersebut akan menggerakkan pena. Pena tersebut bergerak naik turun. Makin besar intensitas radiasi matahari yang mengenai lempengan logam maka makin besar pula perbedaan temperatur kedua logam tadi. Semakin besar perbedaan temperatur semakain besar pula perbedaan panjang sehingga pena bergerak semakin tinggi.
Sistem pencatatan pena pada pias
dilakukan secara mekanis. Pena bergerak naik turun pada pias yang yang digulung
pada silinder jam sehingga dapat membuat jejak (grafik) pada kertas pias yang
direkatkan pada silinder yang berputar. Kertas pias tersebut terdapat skala
waktu dan satuan luas Dari kertas pias tersebut dapat kita peroleh hasil
rekaman intensitas radiasi matahari total di suatu tempat selama waktu tertentu
( harian atau mingguan).
Pengambilan Data:
Pengambilan data dilakukan dengan cara melihat langsung nilai/angka yang terdapat pada kertas pias, dengan memperhatikan hari dan jam pada kertas pias.
Pengambilan Data:
Pengambilan data dilakukan dengan cara melihat langsung nilai/angka yang terdapat pada kertas pias, dengan memperhatikan hari dan jam pada kertas pias.
8. Termometer Tanah
Termometer tanah adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu di dalam tanah pada kedalaman-kedalaman tertentu. Selain untuk melihat suhu, alat ini dapat digunkan untuk melihat kelembaban yang ada didalam tanah itu sendiri.
Cara kerja alat :
Praktikan
diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta
dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan.
Mengamati
alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat,
bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan
dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.
Dari hasil
pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan
kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun
kepraktisannya.
Cara pemasangan alat :
Dibuat
lubang pada tanah dengan jeluk tertentu dengan bor.
Bagian
reservoir termometer dimasukkan lubang kemudian ditimbun kembali dengan tanah
bekas galian.
Cara pengamatan :
Setelah stabil suhu dibaca langsung pada skala yang ditunjukkan. Saat pencatatan suhu tanah harian juga seperti cara pencatatan pada suhu udara harian.
Setelah stabil suhu dibaca langsung pada skala yang ditunjukkan. Saat pencatatan suhu tanah harian juga seperti cara pencatatan pada suhu udara harian.
9. Mini Weather Station
Mini weather station adalah alat portebel yang lengkap yang
digunakan untuk mengukur unsur-unsur cuaca dalam satu waktu yang sama. Pada
dasarnya alat ini sudah dapat mewakili hampir sebagian besar dari alat-alat
yang ada di stasiun cuaca. Sistem dari alat ini menggunakan signal wifi sebagai
media pengiriman datanya secara digital pada komputer reciver. Meskipun dengan
beragam kelebihannya, alat ini tidak boleh dipasang pada stasiun cuaca daerah
yang besar. Hal ini dikarenakan, data yang dibaca dari semua unsur-unsur cuaca
biasanya kurang standar/ tidak akurat. Namun, alat ini sudah cukup untuk
memberikan gambaran tentang kondisi yang sebenarnya.
Cara kerja alat:
Alat ini bekerja secara otomatis. Alat ini memiliki panel surya yang berfungsi sebagai pengolah cahaya matahari menjadi energi listrik yang akan digunakan oleh alat ini. Data-data yang dibaca oleh alat ini akan secara otomatis dikirimkan ke reciver dengan menggunakan perangkat wifi.
Waktu Pengamatan:
Waktu pengamatan dari alat ini dapat dilakukan kapan saja. Kita hanya perlu melihat data yang didapat pada reciver yang ada dan langsung dapat kita olah dengan menginputnya kedalam komputer.
D. Pengolahan Data
Cara kerja alat:
Alat ini bekerja secara otomatis. Alat ini memiliki panel surya yang berfungsi sebagai pengolah cahaya matahari menjadi energi listrik yang akan digunakan oleh alat ini. Data-data yang dibaca oleh alat ini akan secara otomatis dikirimkan ke reciver dengan menggunakan perangkat wifi.
Waktu Pengamatan:
Waktu pengamatan dari alat ini dapat dilakukan kapan saja. Kita hanya perlu melihat data yang didapat pada reciver yang ada dan langsung dapat kita olah dengan menginputnya kedalam komputer.
D. Pengolahan Data
Pungumpulan data di stasiun cuaca ini dilakukan secara
manual dengan cara melihat langsung data pada setiap alat yang ada di stasiun
cuaca ini. Pengamat yang bertanggung jawab atas stasiun ini adalah tim dosen
dari Fakultas Pertanian Unila. Data-data yang didapatkan oleh stasiun ini
biasanya digunakan untuk bahan ajar mahasiswa dan juga sebagai patokan data
untuk yang sedang melakukan penelitian.
E. Evaluasi/Saran
E. Evaluasi/Saran
Stasiun cuaca yang ada Lab. Terpadu FP Unila adalah sebuah aset yang sangat berharga baik bagi dosen maupun bagi mahasiswa. Stasiun ini akan memberikan banyak manfaat apabila pelaksanaannya di lakukan secara optimal. Hendaknya di stasiun ini harus memiliki pengamat tetap yang akan selalu mengamati dan merawat alat-alat yang ada agar tidak cepat rusak. Pengamat tersebut juga hendaknya dapat memberikan laporan dari setiap hasil yang didapat agar dapat digunakan oleh seluruh dosen dan mahasiswa baik di fakultas pertanian ataupun fakultas lainnya.
0 komentar:
Post a Comment